Jumat, 06 Mei 2016

Hujan - Tere Liye



Assalamuallaikum wr. Wb,  salam sejahtera untuk semua yang membaca artikel ini.
Kali ini izinkan saya untuk memberikan informasi mengenai Buku karangan Tere Liye yang berjudul “Hujan” yang terus menerus best seller cetakan kesepuluh hingga Februari 2016.
Untuk sekian kalinya hasil karya novel tulisan Tere Liye menguasai Rak-Rak Best Seller di toko buku, “Hujan” memiliki konsep dari isi cerita Tentang Persahabatan, Tentang Cinta, Tentang Perpisahan, Tentang melupakan, Tentang Hujan.

Saya akui buku ini sangat dibutuhkan untuk memberi siraman otak kita untuk membaca, mengenali tulisan karya anak bangsa yang tidak kalah dengan nove-novel terjemahan (novel non anak bangsa), mengisi waktu luang untuk merenung keindahan kata perkata bermunculan menjadi sebuha kalimat berbentuk naskah sekaliber Tere Liye. Dengan metode penulisan literatur linguistik dan penjelasan ilmiah dari perkembangan teknologi secara sederhana.
Yasudah langsung aja ya jangan kebanyakan kata pengantar karena takut mengurangi niat teman-teman membaca artikel ini.
Tapi ketika membaca buku ini izinkan penulis buku mengekspresikan situasi yang belum kita sepakati. Dimulai ketika Perkembangan teknologi ditahun 2042 yang diciptakan oleh manusia modern, disana kita menemukan barang-barang Hi-Tech yang tidak ada di abad ini dan entah mungkin saja barang itu akan muncul di tahun 2042.
Di awal cerita,
tokoh utama di buku ini bernama Lail yang berumur 13 th, perempuan sederahana yang pemalu tinggal bersama ibunya. Ayahnya bekerja di luar negeri yang sibuk dengan pekerjaannya itu.
kemudian, ia akan bertemu orang yang sangat penting baginya. Setelah ditinggalkan kedua orangtuanya yang meninggal pasca bencana alam yang melumpuhkan kota Lail tinggal, sampai seluruh bumi ikut berduka. Ia bertemu seorang anak laki-laki berumur 15 th lebih tua dari Lail,  ya Esok namanya, yang membantu menyemangatkan Lail dari kesediahan yang mendalam setelah ditinggalkan orangtuanya.
Bencana alam terbesar diabad itu? semua penghuni bumi berduka, hanya orang-orang yang masih diberi keajaiban masih menghuni bumi salah satunya Lail dan Esok. Bagaimana kisahnya yuk baca bukunya.
Kita diajak penulis untuk berimajinasi dunia baru di abad 24 dengan munculnya dan pesatnya teknologi. Kesedihan yang mendalam umat manusia yang terkena bencana alam terbesar hingga seluruh penghuni bumi lumpuh total akibat bencana tersebut.
Tentang Persahabatan, Tentang Cinta, Tentang Perpisahan, Tentang Hujan, Tentang Melupakan. Semua sempurna menjadi sinopsis. Selamat membaca teman-teman.

Membaca Novel



Assalamuallaikum wr. Wb,  salam sejahtera untuk semua yang membaca artikel ini.
Kali ini izinkan saya untuk memberikan informasi mengenai Buku karangan Tere Liye yang berjudul “Hujan” yang terus menerus best seller cetakan kesepuluh hingga Februari 2016.
Untuk sekian kalinya hasil karya novel tulisan Tere Liye menguasai Rak-Rak Best Seller di toko buku, “Hujan” memiliki konsep dari isi cerita Tentang Persahabatan, Tentang Cinta, Tentang Perpisahan, Tentang melupakan, Tentang Hujan.

Saya akui buku ini sangat dibutuhkan untuk memberi siraman otak kita untuk membaca, mengenali tulisan karya anak bangsa yang tidak kalah dengan nove-novel terjemahan (novel non anak bangsa), mengisi waktu luang untuk merenung keindahan kata perkata bermunculan menjadi sebuha kalimat berbentuk naskah sekaliber Tere Liye. Dengan metode penulisan literatur linguistik dan penjelasan ilmiah dari perkembangan teknologi secara sederhana.
Yasudah langsung aja ya jangan kebanyakan kata pengantar karena takut mengurangi niat teman-teman membaca artikel ini.
Tapi ketika membaca buku ini izinkan penulis buku mengekspresikan situasi yang belum kita sepakati. Dimulai ketika Perkembangan teknologi ditahun 2042 yang diciptakan oleh manusia modern, disana kita menemukan barang-barang Hi-Tech yang tidak ada di abad ini dan entah mungkin saja barang itu akan muncul di tahun 2042.
Di awal cerita,
tokoh utama di buku ini bernama Lail yang berumur 13 th, perempuan sederahana yang pemalu tinggal bersama ibunya. Ayahnya bekerja di luar negeri yang sibuk dengan pekerjaannya itu.
kemudian, ia akan bertemu orang yang sangat penting baginya. Setelah ditinggalkan kedua orangtuanya yang meninggal pasca bencana alam yang melumpuhkan kota Lail tinggal, sampai seluruh bumi ikut berduka. Ia bertemu seorang anak laki-laki berumur 15 th lebih tua dari Lail,  ya Esok namanya, yang membantu menyemangatkan Lail dari kesediahan yang mendalam setelah ditinggalkan orangtuanya.
Bencana alam terbesar diabad itu? semua penghuni bumi berduka, hanya orang-orang yang masih diberi keajaiban masih menghuni bumi salah satunya Lail dan Esok. Bagaimana kisahnya yuk baca bukunya.
Kita diajak penulis untuk berimajinasi dunia baru di abad 24 dengan munculnya dan pesatnya teknologi. Kesedihan yang mendalam umat manusia yang terkena bencana alam terbesar hingga seluruh penghuni bumi lumpuh total akibat bencana tersebut.
Tentang Persahabatan, Tentang Cinta, Tentang Perpisahan, Tentang Hujan, Tentang Melupakan. Semua sempurna menjadi sinopsis. Selamat membaca teman-teman.